
Mamuju, 13 November 2025 —Ikatan Pelajar Mahasiswa Pitu Ulunna Salu Sulawesi Barat (IPMAPUS Sulbar) kembali menyoroti pengadaan bibit kopi di Sulbar yang dinilai tidak transparan dan potensi bermasalah.
Sekretaris Jenderal IPMAPUS Sulbar, Ismuliadi, mengungkapkan bahwa pihaknya sejak awal telah melakukan pengawalan terhadap program ini. Namun hingga kini, dinas terkait enggan membuka data secara terbuka kepada publik.
“Sejak awal kami melakukan pengawalan, namun sampai hari ini dinas terkait enggan membuka data. Padahal program ini menggunakan dana APBD yang seharusnya bisa diakses publik,”tegas Ismuliadi, Sekjen IPMAPUS Sulbar.
Ia juga menilai ada kemiripan pola antara pengadaan bibit kopi dengan pengadaan bibit kakao yang sebelumnya menelan anggaran Rp28,1 miliar dan menuai banyak persoalan di lapangan.
“Kami menduga bahwa permasalahan yang terjadi pada bibit kakao juga terjadi di pengadaan bibit kopi dan durian. Banyak bibit yang dibagikan diduga tidak sesuai spesifikasi dan tidak memiliki sertifikasi yang jelas,”lanjutnya.
IPMAPUS Sulbar menekankan pentingnya memastikan bahwa setiap bibit yang dibagikan kepada masyarakat benar-benar memiliki mutu, sertifikasi, dan sesuai dengan kebutuhan lahan petani.
“Dari pantauan dan informasi yang kami terima, bibit kopi yang dibagikan tidak sesuai spesifikasi dan tidak punya sertifikasi resmi. Karena itu, kami mendesak dinas terkait untuk segera membuka data dan melakukan transparansi penuh terkait program ini,”tutup Ismuliadi.
IPMAPUS Sulbar menegaskan akan terus memantau dan mengawal pengadaan bibit di Sulawesi Barat agar penggunaan anggaran publik tepat sasaran dan tidak merugikan masyarakat.
