
Mamuju, NuansaSulbar.com — Ikatan Pelajar Mahasiswa Pitu Ulunna Salu (IPMAPUS) Sulawesi Barat kembali menyoroti kejangalan pada proyek pengadaan bibit kakao yang menelan anggaran fantastis mencapai Rp 28,1 miliar.
Ketua IPMAPUS Sulbar, Akbar, menegaskan bahwa pihaknya sejak awal terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan pengadaan bibit tersebut dan menemukan sejumlah kejanggalan di lapangan.
“Kita sudah menemukan beberapa kejagalan pada bibit kakao yang dibagikan. Namun hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari dinas terkait, dan DPRD Sulbar pun belum menunjukkan langkah konkret untuk memanggil pihak dinas,” ungkap Akbar, Rabu (12/11/2025).
Lebih lanjut, Akbar mengungkapkan bahwa IPMAPUS Sulbar akan segera melaporkan temuan tersebut ke Polda Sulbar, karena kuat dugaan sebagian bibit yang dibagikan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis sebagaimana mestinya.
“Kami tidak ingin masyarakat menerima bibit yang kualitasnya tidak jelas. Apalagi, berdasarkan informasi terbaru, terdapat tambahan sekitar 30 ribu bibit yang diambil dari penangkaran lokal yang diduga tidak memenuhi standar teknis,” tegasnya.
IPMAPUS Sulbar juga mendesak DPRD Sulbar untuk bertindak cepat dan tegas dalam memperjuangkan hak masyarakat dengan memanggil paksa pihak dinas yang dianggap menjalankan program secara asal-asalan.
“Kita butuh ketegasan DPRD agar persoalan ini tidak berlarut. Anggaran besar seperti ini seharusnya memberikan manfaat nyata bagi petani kakao, bukan justru menjadi proyek gagal yang merugikan masyarakat,” tutup Akbar.
